Lingkup Kerja

April 11, 2013

Lingkup Kerja

  1. 1.     Penelitian

PATTIRO memiliki pengalaman yang cukup banyak dalam melakukan penelitian kuantitatif maupun kualitatif, terutama menggunakan metode partisipatif, seperti Regulatory Impact Assessment (RIA), Participatory Planning, Participatory Rural Appraisal (PRA), Public Expenditure Analysis (PEA), Public Expenditure and Revenue Analysis (PERA), Budget Tracking, Outcome Mapping, Citizen Report Card (CRC), User Based Survey (UBS), Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM), Integrity Scorecard, dan Audit Sosial. PATTIRO menekankan adanya rencana tindak-lanjut yang applicable bagi pengguna hasil penelitian ini.

  1. 2.     Fasilitasi Pelatihan/Lokakarya

PATTIRO menyediakan layanan pelatihan khususnya bagi NGO, pemerintah daerah dan anggota DPRD. Pada setiap pelatihan, PATTIRO mengutamakan adanya rencana tindak-lanjut bagi pesertanya. Metode yang ditawarkan untuk penyelenggaraan pelatihan meliputi: classical training, lokakarya, problem solving training, field training, inhouse training, dan sebagainya. Metode fasilitasi yang digunakan antara lain Technology of Participatory (TOP), Zierlorientierte Projekt Planung (ZOPP), dan ORID.

  1. 3.     Asistensi Teknis

Asistensi teknis merupakan kegiatan khusus untuk membantu pegiat CSO, aparatur pemerintah dan anggota legislatif untuk melakukan tugas-tugasnya secara optimal. Asistensi teknis dilakukan dalam bentuk konsultasi di lapangan (di tengah proses kerja), fasilitasi lokakarya tematik, asistensi penyusunan draft regulasi (legal drafting), analisis anggaran, analisis kebijakan, pembuatan piagam warga (citizen charter), pendampingan pembentukan Komisi Informasi Daerah (KID), pendampingan terhadap Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) Badan Publik, dan lain-lain.

  1. 4.     Pengorganisasian Komunitas

Dalam melakukan aktivitasnya, PATTIRO selalu melibatkan komunitas sebagai upaya penyadaran hak dan peningkatan kapasitas warga untuk berperan aktif dalam tata kelola pemerintahan. Hal ini dilakukan melalui apa yang disebut sebagai pengorganisasian komunitas, berupa fasilitasi dan pembentukan community center yang berperan sebagai katalisator  untuk menampung dan menyalurkan aspirasi warga (termasuk keluhan);  fasilitasi pengembangan inisiatif warga dalam  pengusulan anggaran publik dan rancangan kebijakan publik, serta fasilitasi  warga untuk menilai kinerja pelayanan publik.

  1. 5.     Pengembangan Model

Pengembangan model merupakan kegiatan lanjutan dari hasil penelitian. Contohnya,  PATTIRO mengembangkan model penanganan keluhan publik berdasar hasil penelitian mengenai pelayanan publik atau model audit sosial integritas dan akuntabilitas dari hasil penelitian mengenai integritas dan akuntabilitas program bantuan sosial.  Pengembangan model dilakukan agar hasil penelitian dapat lebih bermanfaat bagi institusi pengguna hasil penelitian.

  1. 6.     Publikasi

Dalam kerangka mendiseminasikan hasil-hasil kegiatannya, PATTIRO juga menerbitkan sejumlah publikasi, seperti buku, modul pelatihan, policy brief dan dokumen lesson learn. Publikasi ini dimaksudkan agar hasil-hasil yang diperoleh dapat menjangkau kalangan yang lebih luas dan memotivasi pihak yang berminat untuk mereplikasi kegiatan/program sejenis. Selain melalui media massa, publikasi juga disebarluaskan melalui website www.pattiro.org.

FacebookTwitterGoogle+WhatsAppPrint

Comments on this entry are closed.