Siaran Pers: PATTIRO: Penerapan ARG akan Mengakselerasi Pencapaian Target MDGs 2015

November 18, 2013

Saat ini banyak pihak yang meragukan beberapa target Millenium Development Goals (MDGs) 2015 yang dicanangkan Pemerintah akan sulit tercapai di tahun 2015. Salah satu target MDGs 2015 yang sulit dicapai yaitu menurunkan angka kematian ibu melahirkan. Hasil Survey Demografi dan Kesehatan tahun 2012 yang diadakan oleh Badan Pusat Statitistik (BPS), Kemetrian Kesehatan (Kemenkes) dan Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) menyebutkan, angka kematian ibu saat melahirkan pada tahun 2012 mencapai 349 per 100.000 kelahiran hidup dan angka ini meningkat tajam dari tahun 2007 yang mencapai 228 per 100.000 kelahiran hidup. Padahal, untuk mencapai tujuan MDGs 2015 mengenai kesehatan ibu, Indonesia harus menurunkan angka kematian ibu saat melahirkan menjadi 102 per 100.000 kelahiran hidup pada tahun 2015.

Untuk itu, Pusat Telaah dan Informasi Regional (PATTIRO) berpendapat, penerapan penyusunan Anggaran yang Reponsive Gender (ARG) akan mampu mengakselerasi atau mempercepat pencapaian target Millenium Development Goals (MDGs) 2015. ARG adalah proses penganggaran yang melibatkan perempuan dan laki-laki secara bersama dengan kesempatan yang sejalan untuk berpartisipasi aktif dalam setiap tahapan penganggaran, sehingga memperhatikan keadilan kepentingan diantara gender tersebut.

ARG juga akan memberikan ruang bagi pemerintah untuk mengetahui fokus pembiayaan kepada kelompok marginal dan tidak beruntung terhadap alokasi anggaran, sehingga penerapan ARG dalam penyusunan anggaran akan memperlihatkan fokus area yang akan diintervensi oleh program kerja MDGs yang disusun oleh Pemerintah. Penerapan ARG akan mendorong fokus intervensi terhadap  program kerja MDGs sehingga akan sesuai dengan kebutuhan dan tepat sasaran. Dengan penerapan ARG pada penyusunan program kerja MDGs, maka Pemerintah harus menententukan terlebih dahulu fokus dari program itu apa, sehingga fokus tersebut akan menjadi target-target dari pelaksanaan kegiatan.

Dengan terus didorongnya Pemerintah oleh banyak pihak untuk memenuhi target-target jelang MDGS 2015, penerapan ARG dalam penyusunan anggaran akan membantu Pemerintah untuk menentukan fokus-fokus yang akan menjadi target dari program MDGs Pemerintah. Misalnya dalam menyusun program untuk meminimalisir angka kematian ibu melahirkan dan balita, penerapan ARG akan menuntut pelaksana kegiatan, dalam hal ini Pemerintah, untuk bisa memutuskan berapa banyak ibu hamil dan balita yang akan dilibatkan dalam program tersebut, berapa luas cakupan kerja program, sehingga ketika ketika program dijalankan akan efektif dan tepat sasaran.

Oleh karenanya, menurut PATTIRO, yang perlu diperhatikan oleh pemerintah dalam penerapan ARG dalam penyusunan program kegiatan adalah tersedianya data yang cukup valid. Pemenuhan data ini sangat signifikan tingkat urgensinya. Dengan tersedianya data yang valid, ketika kegiatan penyuluhan atau sosialisasi sebagai bagian dari pelaksanaan program dilakukan, akan bisa terhitung berapa ibu hamil dan berapa ibu yang memiliki balita yang ikut dalam prgogram tersebut.

Sebagai langkah awal untuk ketersediaan dan kesiapan data, Pemerintah bisa menggunakan data BPS yang tingkat validitasnya dijamin oleh undang-undang. Selanjutnya, ketika program berjalan, Pemerintah bisa memperbaiki data untuk pendokumentasian di internal mereka, agar lebih valid lagi. Sehingga, ketika melakukan program kegiatan berikutnya, intervensi dari program akan menjadi semakin jelas, siapa saja dan berapa banyak masyarakat yang akan diikutkan alam program. Langkah perbaikan data  bisa dilakukan oleh dinas terkait dengan mengumpulkan data secara berjenjang mulai dari bawah, yaitu mulai dari Rt, Rw, kemudian terus ke kelurahan, kecamatan, kabupaten hingga ke tinggkat provinsi. Organisasi masyarakat seperti Pos Yandu, PKK, Karang Taruna, juga cukup efektif untuk bisa dilibatkan dalam pengumpulan data secara berjenjang tersebut.

PATTIRO berharap, dengan penyusunan anggaran yang lebih fokus sebagaimanan halnya penerapan ARG, sembilan target MDGs 2015 bisa terakselerasi pemenuhannya. Karena, pemenuhan target MDGs bukan hanya ditentukan oleh besar kecilnya anggaran saja, tetapi alokasi penyusunan dan penggunaan anggaran juga harus terpenuhi, sehingga pelaksanaa program dan penggunaan anggaran akan efektif dan tepat sasaran.

18  November 2013

Sad Dian Utomo | Direktur Eksekutif PATTIRO

saddian@pattiro.org | 0812 800 3045

Contact Person: Agus Salim

agus@pattiro.org | 081 399 777721

FacebookTwitterGoogle+WhatsAppPrint

Comments on this entry are closed.