Jokowi-JK Fokus Pada Tata Pemerintahan, Prabowo-Hatta Memperhatikan Pelayanan Dasar

Juni 12, 2014

Jakarta 8 Juni 2014. Indonesia telah mempunyai dua paket Calon Presiden dan Wakil Presiden yang akan berkompetisi merebut suara masyarakat pada 9 Juli 2014 mendatang. Prabowo-Hatta dan Jokowi-JK. Saat ini tahapan Pemilihan Presiden telah masuk pada masa kampanye. Masing-masing Calon Presiden (Capres) akan menyebarluaskan visi, misi, dan program kerjanya kepada masyarakat.
Sayangnya, perdebatan tentang visi, misi dan program kerja minim dihadirkan oleh kedua Capres. Masyarakat justru lebih banyak disodorkan materi-materi kampanye yang tidak bermutu terutama tentang isu SARA. Padahal seharusnya kampanye merupakan pendidikan politik bagi masyarakat sehingga mereka dapat menentukan pilihan secara rasional dan cerdas.
Dokumen visi-misi dan program mencerminkan indikasi keberpihakan dan prioritas kebijakan masing-masing pasangan. Penelahaan visi-misi bermanfaat bagi pemilih, sekaligus alat menguji realisasi janji politik tersebut nantinya dalam rencana kerja pemerintahan.

Siaran Pers Visi Misi Capres

Koalisi Masyarakat Sipil saat ini telah melakukan telaah dan penilaian atas visi, misi dan program kerja yang disusun oleh masing-masing Capres. Telaah dan penilaian dilakukan berdasarkan kesesuaian antara visi,misi dan program kerja masing-masing Capres terhadap kondisi/harapan masyarakat sipil dalam lima isu (Tata Pemerintahan; Demokrasi dan Kebebasan Sipil; Pembentukan Hukum; Penegakan Hukum; dan Pelayanan Dasar). Penilaian dilakukan dengan memberikan skor 1 (satu) untuk setiap substansi visi, misi dan program kerja sesuai dengan isu utama yang diukur. Hasil telaah dan penilaian sebagai berikut:
1. Dari 210 subtansi visi, misi dan program kerja kedua Capres yang dinilai, pasangan Jokowi-JK unggul atas Prabowo-Hatta dengan total nilai 140 berbanding 70.
2. Pasangan Jokowi-JK unggul dalam empat isu utama yaitu tata pemerintahan, demokrasi & kebebasan sipil, pembentukan hukum, dan penegakan hukum.
3. Pasangan Prabowo-Hatta unggul tipis pada isu pelayanan dasar daripada program yang ditawarkan oleh Jokowi-JK.
4. Kedua Capres nampaknya tidak memberikan perhatian signifikan terhadap isu pembentukan hukum. Hal ini nampak dari visi, misi dan program kerja yang ditawarkan sangat minim.
5. Pasangan Prabowo-Hatta tidak memberikan perhatian pada isu demokrasi dan kebebasan sipil. Berbeda dengan pasangan Jokowi-JK yang menawarkan 21 satu agenda pada isu ini.
Telaah secara terinci dapat dibaca pada lampiran. Hasil telaah dan penilaian ini diharapkan dapat membantu masyarakat dalam memberikan pilihannya berdasarkan pada visi, misi dan program kerja yang ditawarkan oleh masing-masing pasangan Capres dan tidak terjebak pada pilihan atas dasar pertimbangan hal-hal yang tidak bermutu terutama SARA.

Koalisi
“Kebebasan Sipil & Pemerintahan Terbuka”
PSHK – Pusat Studi Hukum & Kebijakan Indonesia, YAPPIKA – Yayasan Penguatan Partisipasi, Inisiatif dan Kemitraan Masyarakat Indonesia, PATTIRO – Pusat Telaah dan Informasi Regional, IPC – Indonesia Parliamentary Center, TII – Transparency International Indonesia
Contact Person:
1. Ilham Saenong –TII (0818168441)
2. Fransisca Fitri – YAPPIKA (0818202815)
3. Danardono Siradjudin – PATTIRO (08111870300)
4. Desiana Samosir – IPC (081369281962)
5. Ronald Rofiandri – PSHK (0818747776)

FacebookTwitterGoogle+WhatsAppPrint

Comments on this entry are closed.