Laporan Studi PPRG di 17 Badan Pemerintah

Juli 5, 2014

Dalam rangka pelaksanaan Pengarus Utamaan Gender (selanjutnya disebut, PUG) yang menjadi salah satu dari 3 (tiga) arus utama pembangunan nasional, Pemerintah menetapkan Perencanaan dan Penganggaran Responsif Gender (selanjutnya disebut, PPRG) sebagai salah satu langkah percepatan pelaksanaannya. Oleh karena itu, implementasi PPRG didorong untuk mendukung P UG sebagai strategi mengurangi kesenjangan sosial, diantaranya kesenjangan antara penduduk laki-laki dan perempuan di Indonesia, dalam mengakses dan mendapatkan manfaat pembangunan; serta untuk meningkatkan partisipasi dan mengontrol proses pembangunan tersebut.

PUG dilakukan dengan mengintegrasikan perspektif (sudut pandang) gender ke dalam proses pembangunan di setiap bidang. Penerapan PUG akan menghasilkan kebijakan publik yang lebih efektif. Terutama untuk mewujudkan pembangunan yang lebih adil dan merata bagi seluruh penduduk Indonesia, baik laki-laki maupun perempuan.

Untuk memetakan perubahan yang terjadi selama tiga (3) tahun terakhir, 2010 – 2013, mengenai implementasi PPRG di kalangan instansi pemerintah, PATTIRO melakukan studi ini. Apalagi Studi ini memperoleh momentumnya yang tepat, dengan adanya pembahasan dan penyusunan RPJMN tahun 2014-2019.

Relevansinya menguat karena Studi PATTIRO ini menjangkau dari momentum penetapam RPJMN tahun 2010-2014 sampai dengan saat penerbitan Surat Edaran Bersama 4 (empat) kementerian, mengenai Stranas Percepatan PUG melalui PPRG.

Studi ini memiliki ruanglingkup yang meliputi empat tahap proses implementasi PPRG, sebagaimana gambar berikut:

Alur Proses PPRG

Studi PATTIRO yang dilakukan selama 6 (enam) bulan ini, sejak Januari hingga Juni 2014, melakukan pemetaan berdasarkan beberapa kategori, seperti: (i). Komitmen dan Kebijakan; (ii). Kelembagaan; (iii). Sumber Daya; (iv). Instrumen dan Alat Analisis; (v). Data Terpilah; (vi). Partisipasi Masyarakat; (vii). Monitoring dan Evaluasi; (viii). Implementasi PPRG; (ix). Tipologi Penyusunan PPRG Daerah.

Harapannya, dengan Studi PATTIRO ini, Pemerintah dan Pemerintah Daerah dapat melakukan langkah-lengkah yang lebih baik dalam menjalankan program-program pembangunannya, dengan anggaran yang memadai dan target penerima manfaat yang lebih tepat sasaran.

Laporan ringkas dari Studi PATTIRO tersebut dapat diunduh dibawah ini.

FacebookTwitterGoogle+WhatsAppPrint

Comments on this entry are closed.