Mendorong Kemandirian Orang Asli Papua (OAP): Usulan Prioritas Pembangunan Papua dalam RPJMN 2020 – 2024

April 15, 2019

20190515MendorongPapauMandiriJakarta, 15  April 2019

Perhatian Pemerintah Pusat terhadap wilayah Papua empat tahun terakhir ditunjukkan dengan pelaksanaan pembangunan infrastruktur yang cukup masif. Diakui bahwa pembangunan ini telah berhasil membuka isolasi warga dan meningkatkan konektivitas antar wilayah. Namun demikian, konektivitas tersebut ternyata belum secara optimal dimanfaatkan oleh orang asli Papua sebagai sarana untuk mengembangkan ekonomi dalam rangka peningkatan kesejahteraannya.

Studi kualitatif The Asia Foundation (2018) menunjukkan bahwa konektivitas tersebut justru lebih banyak dimanfaatkan oleh orang dari luar untuk meningkatkan arus barang-barang konsumsi atau komoditas untuk dipasarkan kepada masyarakat Papua. Memang konektivitas juga berkontribusi bagi peningkatan pendapatan orang asli Papua karena lebih mudah memasarkan hasil pertaniannya, namun peningkatan tersebut tidak siginifikan. Oleh karena itu, pembangunan tanah Papua perlu difokuskan pada pembangunan SDM dan kemandirian Orang Asli Papua (OAP). Usulan ini disampaikan oleh Erman Rahman dari The Asia Foundation dalam Diskusi RPJMN 2020 – 2024 yang diselenggarakan oleh PATTIRO pada 15 Maret 2019, di Hotel Aryaduta Jakarta. Kegiatan ini merupakan dukungan dari The Asia Foundation dalam program Finding The Balance (FTB).

Erman mengatakan fokus pembangunan tanah Papua ke depan ditujukan untuk membangun kemandirian OAP dalam kapasitas ekonomi, pendidikan, dan kesehatan. “Fokus pembangunan di Papua sebaiknya difokuskan pada pengembangan OAP, pengurangan ketimpangan, peningkatan kualitas SDM, relasi sosial, dan keberlanjutan lingkungan hidup. Bukan fokus pada pembangunan ekonomi semata, tetapi fokus pada pembangunan sumber daya manusia,” ujar Erman.

Lebih lanjut, Erman menegaskan pembangunan infrastruktur juga penting sebagai prioritas sektor pendukung, namun sebaiknya difokuskan pada infrastruktur skala kecil. “Pembangunan infrastruktur sebagai sektor pendukung sebaiknya diarahkan pada infrastruktur skala kecil, seperti penyediaan air bersih, listrik, sanitasi, transportasi barang maupun orang yang dapat menghubungkan OAP dengan pasar lokal,” tegas Erman.

Senada dengan yang disampaikan Erman, Dadang Solihin, Rektor Universitas Darma Persada Jakarta mengatakan pembangunan SDM di tanah Papua sangat penting. “Pembangunan SDM sangat penting di Papua, dan partisipasi masyarakat harus dibangun. Mereka mempunyai kemampuan, dan yang diperlukan adalah empower people. Tiga prinsip empower people adalah to protect, to enable and to empower. OAP sudah memiliki kemampuan untuk hidup sehingga kita harus mem-protect dan memberikan kesempatan untuk berkembang serta diberdayakan,” ungkap Dadang.

Oktorialdi, Staf Ahli Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional sepakat  dengan usulan tersebut.  “Saya setuju dengan pembangunan manusia yang harus ditingkatkan di Papua. Pendekatan kesehatan, ekonomi, dan pendidikan masih skala kecil”, kata Okto. Dalam presentasinya Oktorialdi menyampaikan salah satu target pembangunan wilayah Papua dalam rancangan teknokratik RPJMN 2020-2024 adalah peningkatan SDM yang berdaya saing.

Pada akhir diskusi Bejo Untung, Program Manager PATTIRO, mengajak semua pihak untuk bersinergi dalam merumuskan rencana pembangunan Papua. “Kerjasama dan kekompakan, serta sinergi diantara semua pihak dan stakeholders sangat penting dalam merumuskan rencana pembangunan Papua. Kita berharap bisa komunikasi lebih intensif lagi untuk merumuskan agenda ke depan”, ungkap Bejo.

Kontributor: Fitria

FacebookTwitterGoogle+WhatsAppPrint

Comments on this entry are closed.