Catatan Kritis RPJMN 2020-2024 Bagian Khusus Papua

Pebruari 5, 2020

Urgensi Pembangunan Rendah Karbon yang Fokus pada Pemerataan untuk Mengatasi Kesenjangan, Perlindungan Lingkungan Hidup dan Kehidupan Orang Asli Papua

2020_PATTIRO_UsulanRPJMNPapuaMemasuki era reformasi, Pemerintah Pusat memperlakukan Papua secara berbeda. Jika pada masa Orde Baru pendekatan militeristik sangat dominan, pada masa reformasi pendekatan yang dilakukan adalah dengan memberikan kewenangan kepada Orang Asli Papua (OAP) untuk terlibat secara penuh dalam penyelenggaraan pemerintahan Provinsi Papua melalui kebijakan Otonomi Khusus (Otsus) yang dituangkan dalam UU No. 21/2001. Secara umum, Otsus memberikan jaminan perlindungan hak-hak OAP.

Kebijakan Otsus ditopang dengan pembiayaan dari Pemerintah Pusat. Setiap tahunnya Pemerintah Pusat mengalokasikan dana Otsus sebesar 2% dari total plafon Dana Alokasi Umum (DAU) Nasional, yang diutamakan untuk pembiayaan pendidikan dan kesehatan. Selain dana Otsus, juga ada dana tambahan yang besarnya tentatif, tergantung usulan dari Provinsi yang diutamakan untuk pembiayaan infrastuktur. Alokasi dana ini biasa disebut dengan dana tambahan infrastruktur (DTI). Mulai tahun 2002 hingga 2019, total dana Otsus dan DTI yang telah ditransfer ke Papua dan Papua Barat sebesar Rp 101,15 Triliun, dengan kecenderungan nilai transfer selalu meningkat dari tahun ke tahun.

Memasuki masa pemerintahan JokoWidodo-Jusuf Kalla,Pemerintah Pusat mengusung kebijakan pembangunan infrastruktur dengan membangun jalan Trans Papua-Papua Barat. Kebijakan ini ditempuh untuk membuka isolasi sehingga akan mempercepat distribusi logistik dan orang. Kelancaran distribusi logistik diyakini dapat menurunkan harga-harga kebutuhan pokok, sedangkan kelancaran distribusi orang diyakini dapat meningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat setempat. Secara keseluruhan, pembangunan infrastruktur diharapkan dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi.

FacebookTwitterGoogle+WhatsAppPrint

Leave a Comment

What is 8 + 14 ?
Please leave these two fields as-is:
IMPORTANT! To be able to proceed, you need to solve the following simple math (so we know that you are a human) :-)