Staf dan Manajemen

Dewan Pembina
Syahrir Wahab. Sebelum terjun ke dunia organisasi non pemerintah, pendiri sekaligus Ketua Dewan Pembina PATTIRO ini sempat aktif bergiat sebagai wartawan selama belasan tahun. Pria kelahiran tahun 1946 ini juga sempat berprofesi sebagai pengajar di beberapa universitas dan lembaga, baik yang terdapat di dalam maupun luar Indonesia.
Geni Flori Achnas. Angota Dewan Pembina PATTIRO ini pernah berkarir di Program Pembangungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNDP) dan Sekretariat Perserikatan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN). Geni juga sempat aktif bergiat di beberapa organisasi yang berfokus pada isu perlindungan perempuan serta pemenuhan hak-hak kesehatan masyarakat.
Dewan Pengawas
Dini Mentari. Dini banyak melakukan riset tentang Informasi, Komunikasi, dan Teknologi/Information, Communication, and Technology (ICT), pelayanan publik, dan pemenuhan hak ekonomi, sosial, dan budaya. Dini pernah melakukan riset tentang penguatan institusi lokal dalam implementasi otonomi daerah dan mekanisme pengaduan, serta aktif mengawal perkembangan isu gender di Indonesia. Lulusan Institut Teknologi Bandung ini, kini tengah mengejar gelar doktor dalam program komunikasi di Universitas Indonesia.
Penasihat
Yulius Hendra Hasanuddin. Pria yang kini menjabat sebagai penasihat senior ini aktif berkegiatan di PATTIRO mulai tahun 2000. Sejak bergabung dengan PATTIRO, Yulius menaruh perhatian lebih pada isu gender serta kegiatan pengorganisasian dan pengembangan kapasitas masyarakat.
Sad Dian Utomo.Sejak bergabung pada tahun 1999 hingga tahun 2006, Sad aktif mengawal isu tentang transparansi dan keterbukaan informasi publik di Indonesia. Sebelum diangkat menjadi Direktur Eksekutif PATTIRO pada tahun 2012, ia pernah terlibat dalam proyek LOGICA di Aceh. Saat ini, Sad juga tercatat sebagai dosen di Univeristas Serang Raya.
Dewan Pengurus
Rohidin Sudarno. Bergiat di PATTIRO sejak tahun 2004, Roi memiliki banyak pengalaman mengawal isu kemiskinan, kebijakan publik, pelayanan publik, serta pengelolaan keuangan publik. Selama memfokuskan diri pada isu-isu tersebut, Anggota Dewan Pengurus PATTIRO ini telah menghasilkan berbagai produk pembelajaran, salah satunya Modul Penerapan Kartu Laporan Warga/Citizen Report Card.
Direktur
Maya Rostanty. Sejak bergabung dengan PATTIRO pada tahun 2002, Tanty aktif mengawal isu terkait pengelolaan keuangan publik. Wanita yang kini menjabat sebagai Direktur PATTIRO ini sering terlibat dalam pelaksanaan berbagai program terkait peningkatan kapasitas warga untuk mengadvokasi anggaran daerah dan advokasi anggaran responsif gender.
Senior Manajer
Fitria Muslih. Sebelum bergiat di PATTIRO Jakarta pada tahun 2007, Fitri sempat aktif di PATTIRO Tangerang dan Banten. Selain sebagai Manager Senior Bidang Operasional, ia juga menjabat sebagai Anggota Dewan Pengurus PATTIRO. Ahli perencanaan dan penganggaran daerah ini telah menghasilkan beberapa buku dan modul pelatihan, seperti Modul Pengawasan Pengelolaan Keuangan Desa dan Modul Advokasi Anggaran.
Manajer Program
Agus Salim. Selepas menjabat sebagai Direktur PATTIRO Banten, pada tahun 2008, Agus pindah ke PATTIRO Jakarta dan terlibat di dalam Program CSIAP sebagai asisten manager. Agus yang kini menjabat sebagai Spesialis Desa dalam program kerja sama PATTIRO bersama MAVC dan IDS memiliki kemampuan dalam isu transparansi dan anggaran responsif gender.
Rokhmad Munawir. Pria yang bergabung dengan PATTIRO pada tahun 2006 ini memiliki kemampuan dalam membuat desain penelitian dan advokasi. Rokhmad yang kini menjabat sebagai Spesialis Pelayanan Publik ini mampu,mengelola program dan jaringan, serta melakukan pengawasan dan evaluasi pogram, dan memberikan pelatihan tentang pengelolaan keuangan publik, pelayanan publik, serta pengembangan organisasi.
Pegiat
Agung Rizki. Aslinya, pria kelahiran Jakarta ini dipinta kedua orangtuanya menjadi seorang Alim Ulama. Olehnya ia nyantri tiga tahun di wilayah Jawa Barat, dan meneruskan pendidikannya di Bahasa dan Sastra Arab Universitas Negeri Jakarta. Sebelum bergabung di PATTIRO di akhir 2016, Agung berkecimpung dalam dunia jurnalistik. Kini, di PATTIRO, ia diberi kesempatan sebagai Communication Officer.
Ahmad Romdoni. Sejak bergabung dengan PATTIRO pada tahun 2012, Doni bertanggung jawab mengerjakan pengisian dokumen transaksi keuangan lembaga. Sejak tahun 2015, ia mulai terlibat sebagai staf administrasi pendukung untuk Program Peduli Difabel dan Program Akuntabilitas Sosial.
Arie Prasetio. Sejak bergabung dengan PATTIRO pada tahun 2007, Arie bertanggung jawab atas infrastruktur serta teknologi informasi yang mendukung aktifitas lembaga. Sebagai ICT Development officer, Arie juga terlibat dalam pengembangan website organisasi dan pengembangan aplikasi
Bejo Untung. Bejo bergabung dengan PATTIRO sejak tahun 2013 sebagai konsultan dalam program keterbukaan informasi. Pemahamannya dalam isu tersebut membuat Bejo sering diundang untuk menjadi fasilitator dan narasumber dalam pelatihan implementasi Undang-Undang Keterbukaan Informasi Publik. Kini dalam program penguatan desa, ia terlibat sebagai tim peneliti dan bertugas sebagai salah satu pengelola portal Kedesa.ID.
Fatoni. Fatoni memiliki banyak pengalaman di dalam dunia akuntansi karena telah bekerja di bagian akunting di beberapa perusahaan profit sejak tahun 1995. Sejak bergabung dengan PATTIRO pada tahun 2012, Toni menempati posisi di bagian keuangan sebagai petugas keuangan senior dan bertanggung jawab mengelola pembukuan keuangan lembaga serta program yang sedang lembaga jalankan.
Iwan Gunawan. Sebelum bergabung di PATTIRO pertengahan 2016 lalu, Iwan sempat tergabung dalam pengembangan aplikasi SIP PPID untuk pelayanan keterbukaan informasi. Ia juga sempat mengembangkan beberapa aplikasi seperti: GPS, SIG, Portal Berita, dan Aplikasi Multi Media. Setelah lulus dari Universitas Komputer Indonesia di Bandung, Iwan berencana untuk melanjutkan pendidikannya di bidang ICT dan pengembangan aplikasi. Di PATTIRO sendiri, Iwan ikut dalam program MAVC sebagai pengembang portal Kedesa.id.
Karina Sari. Wanita yang menjabat sebagai finance officer sejak tahun 2011 ini bertanggung jawab melakukan pembayaran dan penerimaan dana, serta melakukan pengecekan atas dokumen dan transaksi keuangan dan mengurus administrasi keuangan lembaga. Karina juga bertugas untuk memastikan bahwa segala kegiatan keuangan telah sesuai dengan prosedur yang organisasi tetapkan.
Novita Anggraeni. Sebelum bergabung dengan PATTIRO pada tahun 2009. Novi sempat bergiat di PATTIRO Malang dan terlibat di dalam program Building Better Budget for Woman and Poor (B3WP). Kini, Novi memfokuskan diri pada isu kesehatan ibu dan bayi baru lahir dengan terlibat dalam program pengembangan dan implementasi model,intervensi transparansi dan akuntabilitas sosial di desa.
Nurjanah. Sebelum aktif bergiat di PATTIRO Jakarta pada tahun 2013 sebagai staf administrasi pendukung program, Nana sempat menjabat Manager Keuangan di PATTIRO Banten. Sejak bulan April 2015, Nana mendapat tugas untuk terlibat dalam Program Peduli Difabel sebagai program officer. Nana memiliki kapasitas yang cukup baik dalam berjejaring dan mengorganisir kelompok masyarakat.
Riska Amelia Hasan. Riska bergabung dengan PATTIRO pada tahun 2014 sebagai Communication Assistant and Press Officer. Sejak tahun 2015, ia terlibat dalam program pengembangan dan implementasi model intervensi transparansi/akuntabililitas sosial di desa untuk meningkatkan kesehatan Ibu dan Bayi Baru Lahir. Ia juga menggeluti program pengembangan kapasitas difabel dalam rangka peningkatan akses ke pelayanan kesehatan.
Romdiyah Dewanty. Sejak tahun 2012, Diyah aktif bertugas sebagai general affair assistant. Ia bertanggung jawab mengerjakan dan mengurus administrasi serta kebutuhan perkantoran, melaksanakan pengadaan barang dan jasa, membantu pelaksanaan program dan administrasi program, mempersiapkan dan melaksanakan kegiatan seminar, diskusi, serta pertemuan yang diselenggarakan oleh lembaga.
General Affair Support

Anton                             Riswoyo