Strategi Kami

Kami sangat percaya bahwa perubahan pelayanan publik tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah dan unit pelayanan saja, maka kami sangat memiliki strategi melakukan perubahan dari sisi pemberi layanan (supply side) dan penerima (demand side). Pada sisi pemberi layanan, upaya yang kami lakukan ialah bekerja sama dengan pembaharu atau champion serta mengembangkan kapasitas mereka di internal birokrasi yang memiliki semangat tidak hanya merubah tapi juga menularkan semangat dan intensitas yang sama. Pendekatan ini disebut juga sebagai constructive engagement. Kami sangat berpengalaman dalam mengidentifikasi para pembaharu ini, dan menggunakan berbagai teknik fasilitasi untuk melakukan pendampingan teknis. Beberapa mitra kami di pemerintah maupun lembaga kuasi negara yang pernah bekerja sama seperti Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Kementerian Dalam Negeri, Komisi Informasi Publik, Kementerian Kesehatan, dan sejumlah puluhan pemerintah daerah.

Pada sisi penerima layanan, kami menggunakan pendekatan inisiatif perubahan yang berbasis bukti (evidence-based) untuk digunakan oleh aktivis organisasi masyarakat sipil dan aktivis warga (community activists) selain tentunya melakukan pengorganisasian yang efektif, pengembangan kapasitas, menghindari ketergantungan terhadap fasilitator, dan menjamin keberlanjutan. Terkait upaya berbasis bukti ini, kami sangat berpengalaman memfasilitasi penggunaan berbagai instrument pemantauan sosial oleh warga dan organisasi masyarakat sipil di sub-nasional. Misalnya Regulatory Impact Assessment (RIA), Public Expenditure Analysis (PEA), Public Expenditure and Revenue Analysis (PERA), Budget Tracking, Outcome Mapping, Citizen Report Card (CRC), User Based Survey (UBS), Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM), Integrity Scorecard, Audit Sosial, analisis kebijakan, penyusunan piagam warga (citizen charter) dan Indeks kemandirian Desa (IKD). Kami tentunya juga sangat menekankan adanya rencana tindak lanjut hasil penggunaan instrument. Ini sebagai bagian pengembangan inisiatif warga dalam pengusulan anggaran, kebijakan, menilai kinerja pelayanan publik. Demand side juga banyak kami bantu kembangkan kapasitasnya dengan berbagai instrument perencanaan strategis seperti Technology of Participatory (TOP), Participatory Planning, Participatory Rural Appraisal (PRA) Zierlorientierte Projekt Planung (ZOPP), dan ORID.

Dalam mendukung sisi pelayanan dan penerima tersebut, maka kami juga mengembangkan berbagai contoh atau model inisiatif perubahan. Sebagai contoh, kami telah mengembangkan model penanganan keluhan publik, model audit sosial integritas dan akuntabilitas, hingga model intervensi transparansi untuk akuntabilitas pelayanan publik. Selain itu kami juga menerbitkan sejumlah publikasi, seperti buku, modul pelatihan, policy brief dan dokumen lesson learn untuk menidseminasikan hasil-hasil kegiatan. Publikasi ini dimaksudkan agar hasil-hasil yang diperoleh dapat menjangkau kalangan yang lebih luas dan memotivasi pihak yang berminat untuk mereplikasi kegiatan/program sejenis. Selain melalui media massa, publikasi juga disebarluaskan melalui website www.pattiro.org.