
PATTIRO menyelenggarakan kegiatan coaching clinic bagi kelompok masyarakat sipil untuk memperkuat kapasitas mereka dalam mengakses pendanaan Forest and Other Land Use (FOLU) melalui Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup (BPDLH). Kegiatan ini merupakan bagian dari Program SETAPAK 4 yang didukung oleh The Asia Foundation yang berfokus pada perlindungan hutan dan lahan melalui penguatan tata kelola yang baik untuk memperkuat kebijakan di tingkat nasional dalam mendukung optimalisasi pendanaan lingkungan hidup dan kehutanan.
Saat ini, lebih dari 100 komunitas masyarakat sipil dari berbagai daerah menjadi komunitas dampingan PATTIRO. Komunitas tersebut diantaranya merupakan kelompok perhutanan sosial, kelompok petani hutan, kelompok perempuan dan orang muda, serta kelompok yang bergerak di isu lingkungan. Dari jumlah tersebut, 40 komunitas telah memiliki rancangan proposal pendanaan dalam coaching clinic ini. Kegiatan ini berfungsi untuk memberikan pendampingan kepada komunitas secara intensif dalam proses penyusunan dan pengajuan proposal small grants FOLU BPDLH.
Pendampingan dilakukan secara 1-on-1, yang mana setiap komunitas mendapatkan pembekalan yang disesuaikan dengan konteks, kebutuhan, dan kapasitas masing-masing. Pendekatan ini dipilih untuk memastikan proposal yang disusun tidak hanya memenuhi aspek administratif, tetapi juga kuat secara substansi dan selaras dengan tujuan pendanaan FOLU.
Beberapa bentuk proposal yang diusulkan oleh komunitas antara lain FOLU Goes to School, FOLU TERRA, dan FOLU Biodiversity, yang mencerminkan upaya peningkatan kesadaran, aksi berbasis komunitas, serta perlindungan keanekaragaman hayati.
Pendampingan komunitas ini dilakukan sebagai respons atas tantangan yang selama ini dihadapi masyarakat sipil, khususnya waktu pembukaan proposal small grants yang sangat terbatas, yakni hanya sekitar tiga hari dan sering kali dibuka pada hari libur. “Kami hendak memastikan bahwa ketika pendaftaran resmi dibuka pada awal Februari, komunitas sudah berada pada tahap akhir dan hanya perlu melakukan submit proposal,” terang Fabya Budi, Program Officer PATTIRO dalam Program SETAPAK 4.
Dalam proses pendampingan, PATTIRO tidak hanya memberikan masukan substansial terkait desain program dan kesesuaian dengan kerangka FOLU, tetapi juga melakukan asistensi teknis, mulai dari pembuatan akun, pengisian identitas, hingga navigasi dashboard BPDLH.
Adapun tema-tema yang diusulkan dalam proposal komunitas mencakup jasa lingkungan dan ekowisata, pengelolaan sampah, penghijauan dan reboisasi, konservasi terumbu karang, serta restorasi sungai. Sementara itu, jenis kegiatan yang diajukan meliputi pelatihan, sosialisasi, penanaman pohon dan tanaman herbal, penanaman mangrove, transplantasi terumbu karang, aksi bersih lingkungan, hingga aksi perlindungan hutan.
Melalui coaching clinic ini, PATTIRO berharap semakin banyak komunitas masyarakat sipil yang mampu mengakses pendanaan lingkungan secara adil dan efektif, sekaligus berkontribusi nyata dalam upaya perlindungan hutan, lahan, dan ekosistem di Indonesia.




