Pelatihan ARG: Komitmen PATTIRO Dorong Pembangunan yang Responsif Gender

Pengarusutamaan Gender (PUG) masih menghadapi berbagai tantangan dalam implementasinya, khususnya pada tahap perencanaan dan penganggaran pembangunan. Menjawab tantangan tersebut, PATTIRO menyelenggarakan Pelatihan Analisis Anggaran Responsif Gender secara daring pada Selasa dan Rabu (3–4/02/2026) sebagai upaya memperkuat pemahaman dan kapasitas teknis para pemangku kepentingan.

Kegiatan ini diikuti oleh 18 peserta yang berasal dari organisasi masyarakat sipil (CSO), akademisi, serta perwakilan pemerintah. Pelatihan ini bertujuan untuk memperdalam pemahaman peserta mengenai konsep gender dan PUG, sekaligus mendorong revitalisasi implementasi PUG melalui penguatan kapasitas teknis, khususnya dalam melakukan analisis gender.

Selama dua hari pelaksanaan, peserta mendapatkan pembekalan materi yang komprehensif, meliputi: (1) Konsep Gender, (2) Pengarusutamaan Gender dalam Pembangunan, (3) Perencanaan dan Penganggaran Responsif Gender (PPRG) serta Anggaran Responsif Gender (ARG), (4) Analisis Gender, dan (5) Revitalisasi Pengarusutamaan Gender. Materi disampaikan secara interaktif dan dilengkapi dengan diskusi serta latihan analisis berbasis isu-isu nyata di lapangan.

Dalam sesi diskusi dan latihan analisis, berbagai isu strategis diangkat sebagai bahan pembelajaran, antara lain isu gender dalam perhutanan sosial, ketimpangan gender dalam akses terhadap dana bantuan UMKM, ketimpangan gender dalam ketenagakerjaan, serta isu-isu gender lainnya yang relevan dengan konteks pembangunan di daerah.

Pelatihan ini mendapat tanggapan positif dari para peserta. Salah satu peserta dari Kabupaten Jayapura, Rico Takai Yama, menyampaikan bahwa proses pelatihan berjalan dengan menyenangkan dan membuka ruang pembelajaran yang mendalam.

“Prosesnya menyenangkan, berharap ada pelatihan yang sifatnya lanjutan. Saya secara khusus tertarik dengan diskusi yang lebih mendalam dan teknis terkait keseluruhan proses PUG, Pokja PUG, keterkaitan kebijakan nasional dengan daerah, serta pengetahuan lain yang dapat membantu NGO/CSO dalam menentukan strategi dan advokasi,” ujarnya.

Tanggapan positif juga disampaikan oleh Hera Yulita, peserta pelatihan dari Kota Pontianak.

“Menyenangkan. Selain merefresh, mengupdate, dan mengupgrade pengetahuan serta pemahaman mengenai Gender, PUG, dan GAP, saya juga mendapatkan banyak insight dari diskusi yang terjadi, baik dari paparan pemateri maupun diskusi antar peserta,” ungkapnya.

Kegiatan ini merupakan wujud komitmen PATTIRO dalam mendukung percepatan implementasi PUG di berbagai sektor pembangunan melalui peningkatan kapasitas para pemangku kepentingan. Melalui pelatihan ini, PATTIRO berharap para peserta tidak hanya memahami konsep dan teori, tetapi juga mampu menjadi penggerak dalam mendorong kesetaraan gender melalui kebijakan dan program pembangunan yang lebih inklusif dan berkeadilan di wilayah masing-masing.

Scroll to Top