Kajian Praktik Baik | Keberhasilan Kelompok Masyarakat dalam Mengakses Pendanaan Hijau

0.00 KB 0 1 Files
PATTIRO
or download free
[free_download_btn]

Description

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas terbitnya buku ini. Buku ini mendokumentasikan perjalanan dua belas komunitas dari berbagai daerah di Indonesia yang berhasil mengakses Program Layanan Dana Masyarakat untuk Lingkungan (Small Grant FOLU) Tahap 4 yang dikelola oleh Kementerian Kehutanan dan BPDLH. Lebih dari sekadar kisah keberhasilan, buku ini menunjukkan bahwa masyarakat merupakan aktor utama dalam menjaga dan memulihkan lingkungan hidup.

Selama lebih dari dua dekade, PATTIRO mendampingi masyarakat dalam memperkuat tata kelola pemerintahan dan mendorong pembangunan yang partisipatif. Pengalaman tersebut mengajarkan bahwa masyarakat memiliki pengetahuan dan solusi atas persoalan lingkungannya. Tantangan terbesar seringkali bukan pada kapasitas masyarakat, melainkan pada terbatasnya akses terhadap informasi, pendanaan, dan kesempatan untuk mengembangkan inisiatif mereka.

Program Small Grant FOLU membuka peluang baru bagi komunitas untuk mengakses pendanaan lingkungan secara langsung. Bersama The Asia Foundation, sejak akhir 2025 PATTIRO mendampingi 75 komunitas dalam memahami program, menyusun proposal, hingga memenuhi berbagai persyaratan administrasi. Dari proses tersebut, 12 komunitas berhasil memperoleh dukungan pendanaan. Namun, capaian terpenting bukan hanya jumlah penerima manfaat, melainkan meningkatnya kapasitas komunitas, tumbuhnya kepercayaan diri
dalam mengakses pendanaan publik, serta menguatnya kolaborasi antara masyarakat, pemerintah, dan berbagai pemangku kepentingan.

Melalui buku ini, pembaca akan menemukan beragam praktik baik, mulai dari menjaga hutan adat, melindungi habitat penyu, merehabilitasi bantaran sungai, melestarikan mata air, menghijaukan gunung, hingga memulihkan lahan bekas tambang. Di balik keberagaman tersebut terdapat satu benang merah: perubahan yang berkelanjutan lahir ketika masyarakat diberi ruang, kepercayaan, dan kesempatan untuk memimpin.

Kami menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Kehutanan, Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup (BPDLH), The Asia Foundation, pemerintah daerah, para pendamping, serta seluruh komunitas yang telah menjadi bagian dari perjalanan ini. Semoga buku ini tidak hanya menjadi dokumentasi praktik baik, tetapi juga sumber inspirasi bagi komunitas lain, masukan bagi penyempurnaan kebijakan, serta pengingat bahwa investasi terbaik bagi lingkungan adalah memperkuat kapasitas masyarakat.

Selamat membaca. Semoga setiap kisah dalam buku ini semakin meneguhkan keyakinan bahwa masa depan hutan, sungai, pesisir, dan bentang alam Indonesia akan selalu bertumpu pada kekuatan masyarakat yang menjaganya.

Scroll to Top