
Penguatan kapasitas internal organisasi dalam menjalankan kerja advokasi, riset, dan pemberdayaan masyarakat perlu terus dilakukan secara berkelanjutan. PATTIRO menyelenggarakan kegiatan Team Building & Evaluasi Rencana Kerja 2026 di D’Mangku Farm, Mancak, Serang, Banten, (1–2/06/2026). Kegiatan ini menjadi ruang refleksi bersama bagi seluruh tim untuk mengevaluasi capaian program, mengidentifikasi agenda yang belum terlaksana, serta menentukan prioritas kerja organisasi kedepannya.
Kegiatan ini dapat memperkuat arah kerja PATTIRO dalam merespons berbagai isu strategis, seperti transparansi, akuntabilitas pelayanan publik, pengelolaan keuangan publik, pendanaan hijau, perubahan iklim, hingga pengarusutamaan gender dalam kebijakan publik. Melalui kegiatan ini, PATTIRO juga menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat kolaborasi internal, komunikasi antar tim, dan tata kelola sehingga setiap pekerjaan kelembagaan dapat berjalan lebih solid, adaptif, dan berdampak bagi masyarakat.
Evaluasi Rencana Kerja untuk Menentukan Agenda Prioritas
Pada hari pertama, Senin, 1 Juni 2026, rangkaian kegiatan diawali dengan perjalanan bersama dari kantor PATTIRO menuju D’Mangku Farm, Mancak, Serang, Banten. Perjalanan ini menjadi pembuka kegiatan sekaligus momentum awal untuk membangun suasana kebersamaan sebelum seluruh tim mengikuti agenda utama yang telah disiapkan. Setibanya di lokasi, kegiatan dilanjutkan dengan sesi Refleksi Rencana Kerja PATTIRO 2026 sebagai agenda utama pada hari pertama.
Dalam sesi pembukaan, Direktur Eksekutif PATTIRO, Fitria Muslih menyampaikan bahwa evaluasi rencana kerja merupakan proses penting dalam memastikan arah kerja organisasi tetap berjalan sesuai dengan arah dan tujuan kelembagaan. Evaluasi ini dilakukan untuk melihat kembali program-program yang telah berjalan, mengidentifikasi tantangan implementasi, agenda yang belum terlaksana secara optimal, serta menentukan prioritas kerja yang perlu diperkuat dalam enam bulan ke depan.
“Evaluasi rencana kerja penting dilakukan untuk melihat kembali program yang sudah berjalan, program yang belum terlaksana, serta menentukan agenda yang perlu didorong bersama ke depan,” ujar Fitria dalam sesi pembukaan.
Sesi refleksi ini juga menjadi ruang strategis bagi seluruh tim untuk membaca kembali perkembangan isu kebijakan yang relevan dengan fokus kerja PATTIRO, terutama yang terkait dengan tiga fokus area PATTIRO, yaitu: transparansi, akuntabilitas pelayanan publik, dan reformasi pengelolaan keuangan publik. Melalui kegiatan ini, tim PATTIRO didorong untuk tidak hanya berfokus pada pelaksanaan program yang telah direncanakan, tetapi juga lebih peka terhadap dinamika isu yang berkembang di tingkat nasional maupun daerah.
Selain itu, setiap tim diharapkan mampu mengidentifikasi peluang advokasi baru yang sesuai dengan mandat organisasi. Hal ini menjadi penting supaya setiap pekerjaan tim PATTIRO tetap relevan, adaptif, dan mampu merespons kebutuhan masyarakat serta tantangan tata kelola pemerintahan yang terus berubah. Dengan demikian, setiap agenda kegiatan dapat dijalankan secara lebih terarah, responsif, dan berdampak.

Pembahasan Tiga Fokus Area PATTIRO
Sesi refleksi rencana kerja dilakukan dengan membahas sejumlah area kerja utama PATTIRO, yaitu transparansi, akuntabilitas pelayanan publik, Public Finance Management (PFM), serta operasional atau dukungan kelembagaan internal. Pembahasan ini menjadi bagian penting untuk melihat capaian yang telah berjalan, mengidentifikasi agenda yang masih perlu diperkuat, serta menyusun prioritas kerja yang lebih terarah untuk enam bulan ke depan.
Pada area transparansi, pembahasan menyoroti perkembangan agenda Open Government Indonesia (OGI), keterbukaan informasi publik, pendanaan hijau, serta optimalisasi layanan pengaduan publik melalui SP4N-LAPOR!. Sementara pada area akuntabilitas pelayanan publik, tim mendiskusikan isu desentralisasi, perubahan iklim, serta rencana pembahasan RUU Pengelolaan Perubahan Iklim yang dikaitkan dengan perspektif gender dan tata kelola kebijakan publik. Agenda ini dinilai penting karena berkaitan langsung dengan upaya PATTIRO dalam mendorong tata kelola pemerintahan yang lebih responsif, inklusif, dan berpihak pada kebutuhan masyarakat.
Sedangkan pada area Public Finance Management (PFM), pembahasan difokuskan pada capaian kerja PATTIRO dalam memperkuat kapasitas pemerintah daerah, organisasi masyarakat sipil, komunitas, dan pemangku kepentingan lainnya dalam mengakses alternatif pendanaan hijau. PATTIRO juga telah memfasilitasi proses pembelajaran praktik baik bersama komunitas, BPDLH, dan Sekretariat OGI, serta mendukung penyusunan proposal pendanaan hijau di sejumlah daerah.
Adapun pada area operasional evaluasi diarahkan pada penguatan tata kelola internal organisasi sebagai fondasi penting dalam mendukung efektivitas kerja program. Pembahasan mencakup pengelolaan keuangan, office management, pengelolaan aset, penguatan sistem teknologi informasi, hingga manajemen pengetahuan. Penguatan area ini menjadi penting agar proses kerja organisasi dapat berjalan lebih tertib, efisien, akuntabel, dan berkelanjutan.
Team Building untuk Memperkuat Semangat Kerja Bersama
Pada hari kedua, Selasa, 2 Juni 2026, rangkaian kegiatan diawali dengan senam pagi bersama. Aktivitas ini menjadi pembuka yang menyegarkan setelah sesi refleksi dan evaluasi rencana kerja yang berlangsung pada hari sebelumnya. Selain membangun suasana yang lebih positif, senam pagi juga menjadi sarana untuk meningkatkan semangat, kebugaran, dan kesiapan peserta sebelum mengikuti agenda team building.
Sesi team building dirancang untuk memperkuat kepercayaan, koordinasi, komunikasi, serta kerja sama antar tim. Melalui berbagai aktivitas yang dilakukan, peserta diajak untuk memahami pentingnya kolaborasi, pembagian peran, dan dukungan satu sama lain dalam menghadapi tantangan organisasi. Kegiatan ini juga menjadi ruang pembelajaran bersama untuk memperkuat kekompakan dan membangun pola kerja yang lebih solid.
Penguatan kapasitas internal tidak hanya berkaitan dengan perencanaan program dan evaluasi kinerja, tetapi juga dengan kualitas hubungan kerja di dalam organisasi. Pekerjaan yang berkaitan dengan advokasi, riset, dan pemberdayaan masyarakat membutuhkan kolaborasi lintas peran yang kuat, komunikasi yang terbuka, serta komitmen bersama dari seluruh tim.
Melalui kegiatan ini, PATTIRO menegaskan pentingnya membangun organisasi yang adaptif, kolaboratif, dan saling mendukung. Semangat kebersamaan yang terbangun dalam sesi team building diharapkan dapat menjadi modal penting bagi seluruh tim dalam menjalankan prioritas kerja organisasi secara lebih efektif, terarah, dan berdampak bagi masyarakat.
Memperkuat Arah Kerja PATTIRO ke Depan
Kegiatan Team Building & Evaluasi Rencana Kerja 2026 menjadi momentum penting bagi PATTIRO untuk memperkuat arah kerja organisasi, baik dari sisi program, kelembagaan, maupun kolaborasi internal. Melalui evaluasi bersama, PATTIRO dapat melihat kembali capaian yang telah dilakukan, mengidentifikasi agenda yang belum berjalan optimal, serta membaca berbagai tantangan yang masih perlu diselesaikan.
Forum ini juga menjadi ruang strategis bagi seluruh tim untuk menyelaraskan kembali prioritas kerja organisasi dengan perkembangan isu kebijakan publik yang terus bergerak dinamis. Dalam konteks kerja organisasi masyarakat sipil, kemampuan untuk melakukan refleksi, beradaptasi, dan merespons perubahan menjadi sangat penting agar kerja-kerja advokasi, riset, dan pemberdayaan masyarakat dapat berjalan lebih terarah, relevan, dan berdampak.
Dengan fokus pada transparansi, akuntabilitas pelayanan publik, dan pengelolaan keuangan publik, PATTIRO terus memperkuat perannya sebagai organisasi masyarakat sipil yang mendorong tata kelola pemerintahan yang terbuka, partisipatif, inklusif, dan berpihak pada kepentingan masyarakat.




